Minggu, 28 Februari 2016

etika moral bidan

Description: D:\DESI RAMADANI\poltekes btn\Poltekkes Banten.gifNASKAH ROLE PLAY ETIKOLEGAL TENTANG ETIKA MORAL DAN ASPEK HUKUM KEBIDANAN







Disusun Oleh:
Kelompok 1

1.      Adistiani
2.      Aisyah Nenda Amalia
3.      Aini Cahya Rizkika
4.      Choirun Nisha Al-Banjar
5.      Desty Annisa Ramadhani
6.      Devi Rosalina

7.      Fitriana Nurlaili
8.      Hany Sukmawati
9.      Indri Damayanti
10.  Mayyuliani Putri Dewi
11.  Rahayu Munawaroh N









Tingkat : I A
POLTEKKES KEMENKES BANTEN
JURUSAN KEBIDANAN RANGKASBITUNG
TAHUN AJARAN 2015-2016


Persaingan Bidan dengan Teman Sejawat
A.    Sinopsis
      Roleplay ini menceritakan tentang seoarang bidan yang iri karena BPS bidan yang berada dekat dengan BPS miliknya lebih ramai bidan yang merasa iri tersebut ialah bidan beta dan bidan yang BPSnya selalu ramai adalah bidan Ana, dan kemudian pada suatu hari datang seorang pasien yang ingin memeriksakan kandungannya karena keluar lendir darah pada saat hamil di akhir trimester III, tapi bukan itu yang menjadi konflik utama pada cerita kali ini, melainkan yang menjadi knflik utamanya adalah bidan beta merahasiakan hal yang berbahaya kepada pasien yang di periksannya tersebut  yaitu ternyata letak bayi sungsang yang seharusnya dia rujuk malah bidan beta tetap ingin melakukan pertolongan persalinan tersebut, dengan alasan dapat bersaing dengan bidan Ana dan BPSnya dapat menjadi ramai.
      Akan tetapi buah yang bidan Beta dapatkan adalah kenaasan karena bayi yang ia tangani tidak dapat terselamatkan. Dan SIPB yang ia miliki Akhirnya di cabut izinya oleh kepala dinas kesehatan setelah mendapat keputusan dari MPEB dan IBI.

B.     Naskah Roleplay
Narator      : Aisyah Nenda Amalia
Pemain      : 10 Pemeran
-          Bidan Ana    : Aini Cahya Rizkika
-          Bidan Beta   : Hany Sukmawati
-          Polisi 1 & 2  : Fitriana Nurlaili & Devi Rosalina
-          Ibu hamil      : Mayuliani Putri Dewi
-          Suami           : Desty Annisa Ramadhani
-          Perawat 1 & 2 : Indri Damayanti & Rahayu Munawaroh
-          Warga           : Adistiani & Choirun Nisha Albanjar
            Di suatu desa yang tidak jauh dari kota dimana di desa tersebut ada dua orang bidan yaitu bidan Ana dan bidan Beta yang sama – sama memiliki BPS dan ada persaingan di antara dua bidan tersebut.
            Pada suatu hari datang seorang pasien yang akan melahirkan di BPS bidan Beta yang lokasinya tidak jauh dengan BPS bidan Ana. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata pembukaan masih belum lengkap dan bidan Beta menemukan letak sungsang dan bidan tersebut tetap akan menolong persalinan tersebut meskipun mengetahui bahwa hal tersebut melanggar wewenang sebagai seorang bidan demi mendapatkan banyak pasien untuk bersaing dengan bidan Ana. Sedangkan bidan Ana mengetahui hal tersebut. Bidan Beta tetap akan menolong persalinan tersebut, kemudian bidan Ana melaporkan bidan Beta karena di anggap melanggar wewenang profesi bidan.
#Ibu Hamil merasakan kontraksi yang sangat sakit ketika sedang berada dirumah bersama dengan suaminya. Dan mengajak suaminya langsung untuk datang ke BPS bidan Beta.
Ibu Hamil        : aduuh mas, kok aku keluar lendir darah yah, kenapa ini yah mas? (dengan                          perasaan cemas).
Suami              : keluar ledir darah? (dengan perasaan cemas) ayoo langsung kita pergi ke                 bidan Beta…takut terjadi apa-apa dengan kandungan kamu.
Ibu Hamil        : ayooo mas, cepetan aku sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakitnya.
#Sampai di BPM bidan Beta
Suami              : Assalamualaikuum… Assalamualaikum bu Bidan
Perawat 1        : Waalaikumsalam, Iya Pak ayo silahkan masuk.
Suami              : ini bu tolong istri saya.
Bidan              : ada apa dengan istri bapak ?
Suami              : ini bu istri saya keluar lendir darah, saya takut kenapa-kenapa jadi                                       saya langsung bawa istri saya ke sini bu.
Bidan              : baiklah pak kalau begitu saya periksa terlebih dahulu
Suami              : iya, silahkan bu bidan.
Bidan              : Mari bu kita periksa, silahkan ibu berbaring terlebih dahulu.
Istri                  : baik bu bidan.
#sebelum melakukan pemeriksaan bidan mencuci tangan terlebih dahulu.
Bidan              : ibu kita periksa detak jantung janin ibu dulu yah, ( menggunakan lineks).                Setelah itu dilanjut dengan pemeriksaan VT untuk mengetahui ibu sudah                        pembukan ke berapa bu. DJJ ibu normal, bagus, tidak terjadi apa-apa                              dengan bayi ibu, ibu sudah pembukaan kedua bu, dan untuk masalah ibu                     tadi mengeluarkan lendir darah itu tidak apa-apa bu itu merupakan tanda-               tanda bahwa waktu persalinan ibu sebentar lagi.
Istri                  : Alhamdulillah kalau begitu bu bidan
Bidan              : iyah bu
Suami         : Alhamdulillah terimakasih yah bu bidan, sekarang rasa khawatir saya                                  sudah hilang.
Bidan              : iyah sama-sama pak senang bisa membantu, nanti kalau istri bapak sudah                sering merasakan mules-mules, bapak dan istri datang kesini lagi yah pak.
Suami              : baik bu bidan, kalau begitu sekarang saya pamit dulu yah bu.
Bidan              : baik pak
Suami & istri   : Assalamualaikum
Bidan              : waalaikumsalam
#Di BPS Bidan Beta tejadi percakapan rahasia antara bidan dan perawat yang bekerja di BPS tersebut. Mereka membicarakan ibu hamil yang datang untuk memeriksaan kandungannya tadi. Mereka merahasiakan bahwa letak bayi ibu yang tadi datang memeriksaan kandungan adalah sungsang. Yang seharusnya jika mengetahui letak bayi tersebut sungsang maka bidan seharusnya merujuk ibu tersebut ke Rumah Sakit.
Bidan Beta      : sus, sekarang kamu mulai persiapkan alat yang akan digunakan untuk                                  persalinan ibu yang periksa tadi. Jangan sampai ada alat-alat yang                                   terlupakan.
Perawat 1        : loh kenapa persiapkan alatnya dari sekarang bu?
Perawat 2        : iyah, kenapa dari sekarang bu?
Bidan  Beta     : (sambil tengok kanan kiri dan menutup hordeng yang terbuka) begini,                                 pasien yang tadi datang adalah pasien yang letak bayinya sungsang.
Perawat 1        : loh kok bu kalau sungsang kenapa tidak di buatkan surat rujukan saja                                  ke Rumah Sakit?
Bidan Beta      : ssssstttt, dengarkan dulu. Jika kita berhasil menolong ibu hamil yang                                   datang tadi, dengan berpura-pura tidak tahu bahwa bayi yang di kandung                dengan letak sungsang maka BPS kita akan ramai di datangi banyak                                       pasien dari pada BPS bidan sebelah, hehehe (tertawa jahat).
Perawat 2        : benar itu bu bidan nanti jika berhasil BPS ini akan ramai.
Perawat 1        : tapi bu membantu persalinan dengan letak bayi yang sungsang itu bukan                 wewenang kita lagi.
 Bidan Beta     : kamu ini bagaimana, ini kesempatan agar BPS ini ramai kita harus bisa                    mengalahkan BPS Bidan Ana.
Perawat 1        : tapi bu jika kita gagal menolong bayi tersebut kita bisa terjerat hukum.
Bidan Beta      : sudaah, kamu tidak usah khawatir pasti berhasil menolong persalinan                                  nanti.  
#keesokan harinya kemudian ibu hamil tersebut merasakan mules yang sangat luar biasa dan kemudian suami membawanya ke bidan Beta.
Ibu Hamil        : aduuuh mas sakiitt,,,,
Suami              : iyaa kamu sabaar yaah,,, asssalamualaikum bu bidan
Perawat 2        : waalaikumsalam, ayoo segera masuk pak.
Suami              : bu bidan ini istri saya sepertinya sudah mau melahirkan
Bidan Beta      : iya pak, ayoo segera masuk ruangan. Suster segera bersiap untuk                             menolong persalinan ini.
Perawat 1&2   : baik bu,,,
#saat berlangsungnya pertolongan persalinan, sang suami menemukan kejanggalan dari ekspresi bidan yang gelisah dan terus bercucuran keringat.
Suami              : bagimana ini bu bidan dari tadi tidak selesai selesai.
Bidan Beta      : iyah ini pak susah sekali untuk keluar.
#sang suami sangat khawatir sekali dengan keselamatan anak dan istrinya, akhirnya sang suami melihat proses persalinan lewat posisi di samping sang bidan dan melihat bahwa bayi yang dilahirkan dalam keadaan sungsang.
Suami              : bagaimana ini bu bidan kenapa bayinya bisa sungsang seperti ini ?                                       minggu lalu ketika memeriksakan kandungan ibu bilang bayinya baik-                                    baik saja.
Bidan Beta      : iya maaf pak
Suami              : bagaimana ibu bidan ini, ibu harus bisa menolong anak saya.
#ternyata kepala bayi tidak bisa keluar karena masih terjepit di dalam, itu bisa mengakibatkan kematian dan ternyata benar anak dari pasangan ini tidak bisa tertolongkan.
Bidan              : ibu, bapak maaf anak ini tidak bisa saya tolong (langsung menunduk                                   merasa bersalah).
Suami              : bagaimana ini ibu harus bertanggung jawab.
Bidan              : (terdiam sejenak) tapi ini bukan salah saya pak.
Istri                  : bagaimana ini mas bayinya masih terasa belum keluar.
#saat itu juga perawat 1 yang terpaksa membantu bidan menolong proses persalinan tersebut langsung menelepon ambulan untuk membawa bidan tersebut pergi ke Rumah Sakit. Dan berita ini di ketahui oleh bidan Ana lewat perawat 1 yang bercerita kepadanya dan langsung setelah itu bidan Ana melapor kejadian itu pada pihak yang berwenang.
Bidan Ana       : hallo, apa ini dengan kantor polisi?
Polisi 1            : iya benar, ada yang bisa kami bantu?
Bidan Ana       : iya pak, saya ingin melaporkan kasus bahwa ada seorang bidan yang                                   membantu proses persalinan diluar kewenangannya.
Polisi 1            : baiklah bu, laporan saya terima tolong ibu sebutkan alamat kejadian                                    tersebut.
Bidan Ana       : jalan kenangan no.8 hatisar, tangerang timur.
Polisi   1          : terimakasih bu atas laporannya.
Bidan ana        : sama-sama ( mematikan telepon )
#15 menit kemudian polisi beserta tim dan bidan Ana datang ke alamat BPS bidan Beta untuk melakukan penangkapan.
Polisi   1          : tok tok tok
Perawat 2        : ada apa pak? ( dengan wajah panik)
Polisi   1          : kami dari kepolisian mendapat laporan bahwa saudari Beta terjerat pasal                 359 dan pasal 1365  Dengan kasus membantu pertolongan persalinan                                   diluar kewenangan yang mengakibat kan bayi meninggal ( polisi                               langsung masuk dan mencari bidan beta).
#polisi melihat seorang wanita yang tengah terlihat pasrah diruang persalinan dan menganggap bahwa itu adalah bidan Beta.
Polisi   2          : apakah benar saudari bernama Beta?
Bidan Beta      : iya ( menunduk pasrah )
Polisi   2          : anda kami bawa kantor polisi dengan tuduhan telah melakukan tindakan                diluar kewenangan anda sehingga mengakibatkan bayi meninggal.
Polisi 1            : terimakasih bidan Ana telah mau bekerja sama dengan kami, apabila                                   terdapat tindakan lainnya yang melanggar aturan anda dapat                            melaporkannya juga kepada kami.
Bidan Ana       : baik pak, senang bisa membantu.
#Bidan Beta pun dibawa ke kantor polisi untuk penanganan selanjutnya. Di lain sisi warga desa setempat ramai sekali membicarakan kejadian tersebut.
Warga 1           : ehh bu, tau gak yang namanya bidan beta beta itu?
Warga 2           : iyah bu tahu, kenapa gitu dengan bidan Beta?
Warga 1           : itu loh bu kemarin dia menangani seorang ibu melahirkan yang harusnya                 di rujuk malah iya  tetap memaksa untuk tetap iya tangani dan akhirnya                           bayinya mati, gara-gara si bidan hanya ingin dapat komisi banyak.
Warga 2           : astagfirullah, tega sekali bidannya hanya demi komisi melakukan hal                                   tersebut.
Warga 1           : iyah bu, kasihan sekali keluarga itu, apalagi itu anak pertama mereka.
Warga 2           : iyah bu kasihan sekali mereka, yaa sudah semoga mereka di beri                              keikhlasan dan kesabaran.
Warga 1           : aamiin,,,
#Setelah bidan Beta melewati berbagai proses hukum sesuai dengan pasal Pasal 359 KUHP, karena kelalaian menyebabkan orang mati : Barang siapa karena kealpaannya menyebabkan mati-nya orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun. Pasal 1365 KUHS Setiap perbuatan melanggar hukum yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain, mewajibkan orang yang karena kesalahannya mengakibatkan kerugian itu, harus menganti kerugian tersebut. Setelah bidan Beta terbukti bersalah maka Kepala dinas kesehatan akan mencabut SIPB setelah mendengar keputusan dari MPEB dan IBI.




1 komentar:

  1. A History of the Triumph of the Tritium Ring - TITNIA ARTS
    The Ring of Thorns, which was worn by the In 1989, Steve titanium eyeglass frames Wynn released titanium watch a song called 'Lionelite.' Wynn, titanium solvent trap monocore who later titanium uses created the Ring titanium charge of

    BalasHapus